Dinamika belajar 3 (tiga) bulan pertama pada tahun ajaran 2024/2025 telah berjalan dan berpuncak pada pelaksanaan penilaian/asesmen tengah semester. Kegiatan penilaian/asesmen tengah semester ini telah terlaksana dari Senin, 30 September – Jumat, 4 Oktober 2024. Dengan adanya kegiatan asesmen tengah semester ini,  sebenarnya menjadi indikator ketercapaian materi dan dinamika pembelajaran yang diproses selama 3 bulan pertama ini. Indikasi pencapaian, baik secara perorangan/individu tiap peserta didik maupun klasikal menjadi evaluasi belajar baik untuk peserta didik maupun pendidik guna merencanakan/ mendesign cara belajar dan pembelajaran yang lebih baik, lebih menarik  agar lebih sukses pencapaiannya.

Kegiatan asesmen tengah semester yang dilaksanakan selama 5 hari ini dengan jadwal  sebagai berikut: Senin, 30 September 2024 mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama Katolik; Selasa, 1 Oktober 2024: IPA dan PKN; Rabu, 2 Oktober 2024: Bahasa Inggris dan TIK; Kamis, 3 Oktober 2024: Matematika dan PJOK; Jumat, 4 Oktober 2024: IPS dan Seni/Prakarya. Durasi  waktu mulai pkl.07.30 – 11.30 (masing-masing 90 menit) dan waktu istirahat dan persiapan untuk mata pelajaran berikutnya  60 menit. Catatan selama pelaksanaan kegiatan ini terlaksana dengan baik dan lancar, kehadiran hari pertama sampai dengan hari ketiga 100 % dan sementara 2 hari terakhir kehadrian 97 % karena ada yang sakit.

Kegiatan yang terlaksana dengan beban pelajaran setiap hari 2 mata pelajaran ini tentu membutuhkan persiapan, perhatian dan fokus yang sungguh-sungguh.  Tentu bagi para siswa yang telah mengikuti kegiatan ini perlu mendapat berbagai macam catatan dari berbagai aspek antara lain: pertama, persiapan.  Dalam hal ini, setiap siswa bisa bertanya dan evaluasi diri, apakah telah melakukan persiapan atau tidak?  Seberapa banyak siswa yang sadar, jika sebelum kegiatan asesmen dilaksanakan, perlu adanya persiapan diri dan belajar? Apa yang dilakukan sebelum kegiatan ini diikuti atau dilaksanakan? Dengan adanya  kesadaan seperti ini, akan mengarahkan pada upaya dan usaha persiapan diri yang baik, mantap dan meyakinkan. Inilah yang akan  menjadi  kekuatan yang membangkitkan rasa percaya diri dan kemampuannya sehingga bisa terhindar dari praktek kecurangan, misalnya nyontek dan lain-lain. Kedua, pelaksanaan/saat mengikuti kegiatan asesmen. Moment ini apakah  disadari benar bahwa saat ini penting dan sangat menentukan buat diri saya?  Kesadaran akan urgensitas kegiatan ini akan berdampak pada kesungguhan dan keseriusan dalam merespon dan mengikutinya. Dengan adanya kesadaran ini, maka diharapkan dapat memberikan fokus yang sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab untuk mengiktui dan melaksanakannya dengan baik. Ketiga, setelah kegiatan dan mendapatkan hasilnya. Dalam hal ini, apakah siswa terdorong untuk mencari tahu, mengecek, dan memastikan  jawaban yang telah diberikan dengan sumber belajarnya baik buku pelajaran, buku catatan ataupun bertanya kepada gurunya. Hal yang mau ditekankan di sini adalah semangat dan motivasi untuk mencari tahu kepastian, benarnya menjawab sekaligus  mengukur seberapa benar dan tepat jawabannya sendiri.

Kegiatan asesmen tengah semester ini berakhir dengan penerimaan rapor tengah semester yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Oktober 2024. Penerimaan rapor ini menjadi moment penting dan sangat berarti karena mempertemukan orangtua/wali, murid/siswa  dengan pihak sekolah melalui para wali kelas guna mencermati, membahas dan mengevaluasi perkembangan  dan progress belajar  selama 3 bulan pertama. Penerimaan rapor ini sebagai saat dimana antara orangtua di rumah/keluarga bertemu dengan orang tua yang ada di sekolah (guru) dengan fokus perhatian, komunikasi dan kolaborasi untuk membangun sinergi dalam pendidikan, bimbingan dan pendampingan terhadap murid/siswa pada  tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dengan adanya pertemuan ini, tentu tujuannya adalah menyamakan pemahaman, arah dan cara yang perlu ditempuh dan diupayakan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan pendidikan anak-anak kita baik di rumah maupun di sekolah. Apa yang diproses di sekolah agar menjadi bagian dari proses pembinaan, pendampingan dan bimbingan yang harus berkelanjutan setelah anak/siswa meninggalkan sekolah dan kembai bersama orangtua/wali di rumah/keluarga. Adanya kesamaan visi misi antara orangtua di sekolah dan orangtua di rumah/keluarga dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab pendidikan, pendampingan dan bimbingan terhadap murid/siswa. Mengingat pentingnya pertemuan ini, maka rapor wajib hukumnya harus diambil dan diterimakan dengan menghadirkan orangtua/wali, murid/siswa bersama dengan wali kelas masing-masing.

Pembiasaan untuk belajar dari evaluasi belajar ini tentu sangat membantu untuk menemukan langkah perbaikan dan perubahan ke depannya. Adanya penilaian/asesmen itu penting dan penting pula untuk  diikuti dengan upaya mengevaluasi, mempelajari hasilnya, caranya guna menemukan langkah baru agar menjadi lebih baik, sukses dan maju. Selalu ada dalam dinamika “BELAJAR DARI EVALUASI BELAJAR” menuju kebaikan yang lebih.

 

Sebarkan artikel ini