Try Out secara sederhana dapat dipahami sebagai pelaksanaan kegiatan ujian dalam  batasan uji coba sebelum pelaksanaan yang sesungguhnya. Ujian pendahuluan ini menjadi penting untuk dilaksanakan karena sifatnya mempersiapkan, memberikan orientasi dan gambaran tentang apa sesuangguhnya akan terjadi dan diujikan. Dengan adanya kegiatan uji coba ini, maka diharapkan bahwa pada pelaksanaan yang sesungguhnya sudah memiliki  pengalaman dan  gambaran sehingga dapat diikuti secara baik, tuntas dan sukses. Dan ini  tentunya akan memberikan hasil yang baik dan menggembirakan pula.

Dalam konteks inilah, try out telah dilaksanakan secara mandiri dan diikuti oleh para peserta didik kelas 9 (sembilan) SMP Strada St. FX III  pada: Senin, 19 – Jumat, 23 Februari 2024. Kegiatan ini meskipun konteksnya uji coba, namun peserta dipersiapkan agar mengikutinya dengan sungguh-sungguh sehingga hasilnya dapat memenuhi harapan dan target. Try out selama 5 hari ini dikuti oleh peserta sebanyak 45 orang dari hari pertama hingga hari terakhir. Jumlah mata pelajaran yang diujikan dalam kegiatan ini sebanyak 10 antara lain: Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia,  Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Seni Budaya Ketrampilan, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dan Prakarya.

 

Pelaksanaan kegiatan try out ini turut didukung dengan semangat kerja keras bapak ibu guru yang selalu dan terus memantau perolehan nilai, jika ada yang tidak mencapai target, terus dimotivasi dan didampingi dalam berbagai cara agar berkembang lebih baik hasil ujiannya. Kegiatan uji coba secara online ini dikuti dengan semangat oleh peserta didik dan siap menerima bermacam cara pembelajaran jika tidak memenuhi target. Dengan adanya beragam hal dalam penerapan pembelajaran ini, tentunya memberikan makna lebih untuk kegiatan ini sehingga mendapat arti belajar yang lebih dari sekedar uji coba. Levelnya uji coba tetapi penerapan pemaknaannya lebih dari itu, agar peserta benar-benar memahami akan kesungguhan dan keseriusan yang tidak berbeda dengan pelaksanaan  utamanya. Bagaimana mengkondisikan kesungguhan mengikuti dan melaksanakannya agar seperti yang akan terjadi nanti pada pelaksanaan ujian utama.

Kiranya dengan cara ini, maka harapannya akan benar-benar disiapkan, diberikan pemahaman, gambaran dan orientasi mempersiapkan dan menghadapi yang sesungguhnya. Pengalaman bersungguh-sungguh pada saat uji coba akan menghasilkan sikap dan cara baik secara batiniah maupun lahiriah untuk  mengikuti dan menjalani ujian  utama nanti.

Selain kegiatan try out untuk peserta kelas 9, ada pun kegiatan lain yang diperuntukan bagi peserta didik kelas 7 dan 8 yaitu asesmen pemetaan numerasi dan literasi melalui aplikasi sokrates oleh Perkumpulan Strada. Kegiatan assesmen pemetaan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 21 Februari 2024 dari pukul 08.00 – 09.30. Catatan kegiatan ini pada saat mulai ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan untuk masuk/login  dalam aplikasi namun melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait akhirnya semua siswa berhasil untuk masuk dan menyelesaiakannya. Kegiatan ini mengacu pada analisa rapor pendidikan satuan pendidikan di Perkumpulan Strada yang salah satu penilaiannya adalah bersumber pada hasil asesmen yang dilakukan oleh dinas pendidikan setiap tahunnya. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya kritis dan analisa peserta didik yang nantinya berdampak juga pada nilai rapor pendidikan satuan pendidikan.

 

Kegiatan asesmen ini juga dimaknai sebagai cara untuk memetakan kemampuan serentak memacu daya juang peserta didik yang bertumpu pada dua hal penting dalam meningkatkan prestasi belajar yaitu kemampuan numerasi dan literasi. Literasi berkaitan dengan kemampuan memahami sebuah teks tertulis atau bacaan sedangkan numerasi berkaitan dengan kemampuan menggunakan dan memanipulasi angka; kemampuan memahami dan menganalisa yang berkaitan dengan angka.

Dengan diadakannya kegiatan asesesmen ini, harapan dan keyakinannya akan dapat  membantu para siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan analisanya sehingga akan membuahkan pemikiran, argumentasi kritis dan bernalar yang baik, benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Tentunya dinamika belajar yang terus dikemas dalam keseharian bersama bapak ibu guru akan mendorong ke arah pembiasaan dan peningkatan cara berpikir, bernalar dan membangun narasi yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebarkan artikel ini