Osis merupakan organisasi sekolah  yang mempunyai  peran  besar dan kontribusinya untuk mendukung keberhasilan program dan rencana-rencana kegiatan sekolah baik akademik maupun non akademik. Hal ini tentu ditunjukkan dan  dilengkapi oleh berbagai rancangan kerja ketua terpilih yang didukung dengan setiap seksi yang berkecimpung dalam kepengurusan Osis. Dan oleh sebab itulah keterlibatan dalam kepengurusan Osis pada dasarnya adalah panggilan dan tugas  untuk mensukseskan dan memberikan dukungan penuh dalam pengelolaan sekolah. Wadah untuk belajar berorganisasi,  merancang kegiatan dan beraksi/bergiat  untuk  mencapai hasil. Hal inilah yang disampaikan oleh Bapak Antonius Kofi selaku kepala sekolah dalam kegiatan pemilihan pengurus Osis SMP Strada Santo Fransiskus Xaverius III, Cilincing Jakarta Utara.

Kegiatan pemilihan pengurus Osis yang  dilaksanakan pada Selasa, 2 Oktober 2018  didahului dengan kampanye dari para kandidat/calon ketua. Para calon yang menjadi pilihan untuk terlibat dalam proses ini adalah: Fransiskus Andreas de Ornay, Seraphine Kartolo dan Catharina Irene dari kelas 7 sedangkan kelas 8 antara yaitu  Indy Amelia, Joana Patricia,   dan Oresya Mahulete. Enam orang calon ini tampil dengan meyakinkan untuk memaparkan visi, misi dan program kerjanya jika terplilih sebagai ketua Osis  SMP Strada St. FX III  untuk periode 2018 – 2019.

 

 

Hal yang menarik bahwa pada saat seperti ini para kandidiat terlibat dalam suatu proses belajar  merancang program yang diperkuat dengan visi dan misi yang kuat dengan harapan berguna untuk memenangkan perhatian dan animo calon pemilih sebagai indikasi keberhasilan suksesi pemilihan ini. Ada berbagai macam program yang ditawarkan yang sangat baik untuk mendukung kemajuan sekolah  dalam  bidang akademik dengan  mengadakan lomba cerdas  cermat ataupun penghargaan bagi yang lebih banyak memanfaatkan perpustakaan  dalam hal meminjam/membaca buku sebagai perwujudan dari gerakan literasi.  Atau dalam bidang pengembangan ekstrakurikuler dengan mengadakan lomba ataupun pertandingan olahraga baik internal maupun eksternal. Dan yang tidak kalah penting adalah kebersihan dan keindahan  lingkungan dengan mengadakan lomba kebersihan, gerakan mengawasi sekaligus menangkap siapapun yang membuang sampah sembarangan. Selain itu ada upaya untuk menambah penghijauan dengan menjaga, merawat dan menambah tanaman guna menciptakan suasana dan lingkungan belajar yang segar dan  sehat di mana saat ini tingkat polusi semakin besar.

Puncak kegiatan ini adalah pemungutan suara di 5 (lima) titik. Dan dalam waktu kurang lebih 60 menit berjalan dengan lancar dan tertib dengan kemenangan suara terbanyak adalah Indy Amelia mengungguli lima kandidat lainnya. Tentu dengan peristiwa ini diharapkan ada pembelajaran untuk berdemokrasi sebagai satu karakter yang patut dikembangkan untuk membangun kebersamaan yang harmonis dalam kebhinekaan: Kita Bhineka Kita Indonesia.

Sebarkan artikel ini