Bulan Mei dalam kehidupan modern sering dimaknai sebagai bulan penuh semangat, harapan, dan awal perubahan dalam proses pertumbuhan diri. Bulan ini mengajarkan kita untuk terus bersabar, bertekun, dan tidak mudah menyerah dalam meraih hasil terbaik. Dan yessss… benar sekali! Semangat itulah yang juga terasa di SMP Strada FX III sepanjang bulan Mei hingga akhir Tahun Pelajaran 2025/2026.
Bagi umat Katolik, bulan Mei juga dikenal sebagai Bulan Maria. Oleh karena itu, langkah awal kami memasuki bulan ini dengan kegiatan ziarah ke Goa Maria Kanada. Melalui doa bersama, memohon penyertaan Tuhan agar seluruh program sekolah, khususnya Penerimaan Murid Baru (PMB) SMP Strada FX III, dapat berjalan dengan lancar serta membawa berkat bagi seluruh keluarga besar sekolah.
![]() |
![]() |
Awal bulan Mei juga menjadi momen kebersamaan bagi para guru dan karyawan Kompleks Cilincing. Setelah mengikuti ziarah bersama, seluruh guru dan karyawan melanjutkan kegiatan kebersamaan di SD TKM 1 dengan mengusung tema “Kuat karena Bersama.” Berbagai permainan yang seru, lucu, dan penuh keceriaan membuat suasana semakin akrab. Gelak tawa menghiasi setiap aktivitas, menjadi penyegar di tengah padatnya rutinitas mendampingi peserta didik. Ternyata, guru dan karyawan pun membutuhkan waktu untuk sejenak melepas penat demi menjaga semangat dan kewarasan dalam menjalankan tugas pelayanan.
![]() |
![]() |
Bulan Mei juga menjadi bulan yang penuh tantangan bagi siswa kelas IX. Mereka harus mempersiapkan diri menghadapi Ujian Sekolah sebagai penutup perjalanan belajar di jenjang SMP. Ujian tulis dilaksanakan pada tanggal 4 – 8 Mei 2026 yang diikuti oleh 48 siswa kelas IX. Selama lima hari, para siswa mengerjakan sepuluh mata pelajaran dengan jadwal dua mata pelajaran setiap harinya, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Seluruh rangkaian ujian berlangsung dengan tertib, lancar, dan diikuti dengan penuh tanggung jawab. Sementara itu, siswa kelas VII dan VIII melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring selama pelaksanaan ujian kelas IX.
.![]() |
![]() |
![]() |
Memasuki minggu ketiga, siswa kelas IX melanjutkan Ujian Praktik yang dikemas secara kolaboratif antar mata pelajaran. Pada hari pertama, mata pelajaran Prakarya berkolaborasi dengan Bahasa Inggris dan IPS melalui praktik memasak. Guru Prakarya menilai proses hingga hasil masakan, Bahasa Inggris menilai kemampuan siswa menulis dan mempresentasikan teks prosedur, sedangkan IPS menilai aspek perencanaan usaha, penggunaan modal, perhitungan keuntungan, serta teknik pemasaran sederhana. Hari kedua menghadirkan kolaborasi antara Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Katolik (PAK), dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Siswa bekerja dalam kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan, memberikan solusi, memperkuat refleksi melalui ayat Kitab Suci, kemudian mengakhiri kegiatan dengan ungkapan syukur melalui pujian. Pada hari ketiga, mata pelajaran IPA berkolaborasi dengan Pendidikan Jasmani. Siswa membuat magnet sederhana sebagai proyek IPA, kemudian melaksanakan pengukuran kemampuan kebugaran jasmani pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani. Hari keempat diisi kolaborasi antara Informatika (TIK) dan Matematika. Seluruh peserta ujian menyelesaikan berbagai perhitungan menggunakan rumus-rumus sederhana pada Microsoft Excel sebagai bentuk penerapan teknologi dalam pembelajaran. Setelah seluruh rangkaian ujian kelas IX selesai, sekolah kembali disibukkan dengan persiapan Assessment Akhir Tahun bagi siswa kelas VII dan VIII.
![]() |
![]() |
Di sela-sela kesibukan tersebut, beberapa siswa juga mempersiapkan diri mengikuti berbagai lomba dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Perkumpulan Strada ke-102, seperti lomba menyanyi dan mural. Lomba mural yang baru memasuki tahun kedua penyelenggaraannya menjadi pengalaman yang membanggakan. Tiga siswi kelas VII berhasil menunjukkan kreativitas terbaik mereka hingga berhasil meraih Juara III. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi karena lahir dari kerja keras, latihan, dan semangat pantang menyerah.
![]() |
![]() |
Puncak peringatan HUT Perkumpulan Strada ke-102 di Kompleks Cilincing diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Robertus Iswanto, Pr. Perayaan Misa yang berlangsung dengan khidmat sekaligus meriah mengajak seluruh peserta didik untuk semakin bangga menjadi bagian dari keluarga besar Strada, serta terus menghidupi lima nilai dasar Strada dalam kehidupan sehari-hari.
Perjalanan hingga mencapai usia 102 tahun tentu bukan perjalanan yang mudah. Terlebih bagi Strada Kompleks Cilincing yang terus berjuang memberikan pelayanan pendidikan terbaik sekaligus memenuhi target penerimaan peserta didik setiap tahunnya.
Selamat ulang tahun ke-102 untuk Perkumpulan Strada. Semoga semakin humanis, semakin berkualitas, dan selalu menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat.
Setelah perayaan Ekaristi, seluruh siswa mengikuti kegiatan Laudato Si’ sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah kita bersama sesuai ensiklik Bapa Paus Fransiskus. Melalui kegiatan ini, siswa diajak semakin peduli terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar. Sekolah merupakan rumah kedua yang perlu dijaga bersama melalui tindakan sederhana, seperti menjaga kebersihan, merawat tanaman, serta melestarikan lingkungan. Semoga langkah-langkah kecil ini mampu memberikan dampak besar bagi seluruh warga SMP Strada FX III.
![]() |
![]() |
Bulan Mei ini ditutup dengan kegiatan Perkaju atau Perkemahan Kamis Jumat yang dilaksanakan di Bumi Perkemahan Toyogiri Bekasi. Kegiatan Perkaju biarpun kegiatan belajar libur tetap tidak menyurutkan semangat untuk melaksanakan kegiatan perkemahan. Peserta Perkaju yang diikuti seluruh siswa kelas 7 dan kelas 8 dapat berjalan dengan lancar dan penuh suka cita. Teori kepramukaan yang diperoleh di sekolah dipraktikan langsung di bumi perkemahan.
![]() |
![]() |
![]() |
Materi tali temali, baris berbaris, jenis sandi sampai kemandirian peserta dalam memasak dan kerjasama dalam setiap regu diuji oleh kakak pembina. Kegiatan pramuka yang paling ditunggu adalah api unggun, karena disini semua regu wajib menunjukkan keterampilan dan kreativitas regu. Kegiatan malam berakhir sampai pukul 23.00 setelah itu semua peserta lanjut istirahat.
Pagi hari peserta mengikuti kegiatan pagi yaitu unjuk keterampilan membuat alat P3K atau tandu. Setelah kegiatan senam pagi, lanjut dengan kegiatan outbond. Outbond kali ini melatih ketangkasan, kepekaan, peduli pada sesama dan siswa diajarkan untuk tidak jijik dengan lingkungannya serta berani mencoba sesuatu yang baru. Banyak siswa yang mau mencoba berbagai tantangan yang ada di outbond apalagi outbond ini juga bermain air sehingga siswa puas sekali bermain air dan mengexplore dirinya. Sesudah semua rangkaian outbondmereka lakukan, siswa langsung mandi, memasak, makan bersama dan membereskan lingkungan sekitar kemah. Kegiatan Perkaju berakhir pukul 11.30 dan semua kembali ke sekolah dengan perasaan yang puas dan senang.
















Recent Comments