Bulan April adalah bulan dimana warga sekolah Meng-Olah Jiwa, Pikiran, dan Raga Penuh Semangat.

Bulan April selalu hadir dengan nuansa perubahan dan identik dengan suasana cerah dengan awal perubahan dan harapan baru. Harapan untuk memperbaharui semangat agar sukses dalam kehidupan sebagai pelajar dalam menatap masa depan lebih cerah.  Cerahnya bulan April diawali dengan fenomena langit dengan kemunculan Pink Moon yang memiliki nilai ilmiah sekaligus budaya. Fenomena ini memiliki makna penting sebagai penanda datangnya musim semi di belahan bumi utara, dan juga digunakan sebagai penentuan Hari Raya Paskah. Bicara tentang hari paskah, semua umat Katolik juga sedang mempersiapkan dan merayakan pekan suci, dan pastinya kita semua libur dalam kegiatan pembelajaran.

Memasuki bulan April sempat beredar isu mengenai penerapan pembelajaran daring sebagai bagian dari strategi efisiensi energi di tengah tekanan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah. Baru dengar issu saja sudah bikin pusing apalagi kalo benar pembelajaran secara online. Namun, pemerintah akhirnya tetap mengambil kebijakan bahwa semua proses pembelajaran harus dilaksanakan secara tatap muka. Angin segar bagi para guru dan siswa, karena bulan April itu masa paling sibuk untuk persiapan Ujian Sekolah dan pelaksanaan TKA atau Tes Kemampuan Akademik.

Persiapan ujian sekolah dan Tes Kemampuan Akademik yang wajib diikuti oleh semua siswa di tingkat akhir memberikan pengalaman tersendiri bagi guru dan siswa. TKA yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan untuk mengukur dan memetakan capaian pembelajaran siswa secara nasional. Hasil TKA digunakan sebagai bahan pertimbangan seleksi masuk ke jenjang Pendidikan selanjutnya. Satu minggu persiapan latihan bagi siswa kelas 9 dengan soal – soal numerasi dan literasi diharapkan dapat memberikan kepekaan dan ketelitian dalam mengerjakan soal – soal TKA.  Pelaksanaan TKA selama dua hari yakni tanggal 8 April 2026 dengan materi Numerasi dan 9 April 2026 tes Literasi berjalan dengan lancar.

Kegiatan Tes Kemampuan Akademik selesai lanjut kegiatan seminar bersama Bapak TNI dengan mengangkat tema “Stop Bullying dan Tawuran di Kalangan Pelajar”. Kegiatan siswa dilaksanakan di dalam kelas dan di lapangan. Di lapangan seluruh siswa diajarkan bagaimana mereka harus bersikap disiplin baik dalam barisan, saat  istirahat, sampai melaksanakan kegiatan makan. Semua dilaksanakan semi militer, sehingga seluruh siswa melaksanakan semua kegiatan dalam satu komandu. Rapi, tertib dan disiplin. Kegiatan dalam ruangan seluruh peserta diajak untuk waspada terhadap pengaruh buruk dalam pergaulan. Bagaimana seluruh siswa diberikan informasi dan wawasan berkaitan dengan kenakalan pelajar. Himbauan untuk bergaul dan berteman dengan baik dan jangan mudah terpengaruh dengan hal – hal  negative dan membahayakan kehidupan pelajar.

 

Mendekati akhir tahun pelajaran semua kegiatan sangat padat. Selain melaksanakan TKA, seminar dan Ujian sekolah juga melaksanakan kegiatan pentas seni yang dilaksanakan bersamaan satu kompleks Cilincing dari TK Theresia, SD TKM 1, dan SD TKM 2. Di tengah kegiatan TKA,  para siswa menyiapkan pentas seni yang dikemas dalam bentuk drama musikal dengan berlatar belakang budaya Nusa Tenggara Timur. Cerita asal mula kepulauan Komodo dikemas dengan baik dan didukung dengan kekayaan tarian beserta permainan lokal sebagai identitas masyarakat Nusa Tenggara Timur dapat memberikan penampilan yang menarik dan meriah. Sebagai penampilan penutup semua peserta dan penonton diajak untuk menari Jai Bersama sebagai tarian dansa yang khas dari masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kemeriahan dan keceriaan pentas seni sebagai wadah kreatifitas seluruh siswa di Kompleks Cilincing diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik terlebih untuk kegiatan PMB yang masih berlanjut.

 

 

Sebarkan artikel ini