Semarak Oktober: Dari Demokrasi Sekolah hingga Penguatan Iman dan Pengalaman Belajar

Bulan Oktober menjadi bulan yang penuh dengan kegiatan bermakna dan berharga bagi seluruh warga sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang nyata.  Mulai dari penerimaan rapor sebagai bentuk evaluasi pembelajaran, ziarek untuk memperkuat iman, demokrasi pemilihan OSIS untuk menanamkan nilai kepemimpinan, peringatan Hari Pangan Sedunia untuk membangun kepedulian, rekoleksi kelas IX untuk mempersiapkan mental menghadapi ujian, hingga study lapangan untuk memperluas wawasan dan pengalaman peserta didik secara nyata. Berbagai kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan,di FX 3 dalam membangun karakter peserta didik, meningkatkan tanggung jawab, penanaman nilai demokrasi, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan iman dan spiritualitas

  1. Penerimaan Raport Wujud Evaluasi dan Apresiasi Hasil Belajar Siswa

Pembagian rapor menjadi salah satu agenda penting pada bulan Oktober. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil perkembangan belajar peserta didik kepada orang tua atau wali murid yang telah dicapai selama pertengahan semester.Kegiatan ini menjadi momen bagi peserta didik dan orang tua untuk mengetahui perkembangan hasil belajar selama proses pembelajaran. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendampingi proses pendidikan anak.

Penerimaan rapor mid semester tidak hanya menjadi sarana untuk melihat pencapaian akademik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan refleksi terhadap proses belajar yang telah dijalani. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan semangat belajar, kedisiplinan, tanggung jawab, serta prestasi.Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendampingi perkembangan belajar peserta didik. Dukungan dan kerja sama orang tua sangat dibutuhkan agar setiap anak dapat berkembang secara optimal, baik dalam bidang akademik maupun pembentukan karakter.

Melalui penerimaan rapor mid semester ini, sekolah berharap seluruh peserta didik semakin termotivasi untuk belajar lebih giat, memperbaiki kekurangan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.Teruslah berproses, jangan takut memperbaiki diri, dan jadikan setiap hasil sebagai langkah menuju keberhasilan yang lebih baik.

 

  1. Kegiatan Bina Iman; Menumbuhkan Iman dan Karakter diri

Kegiatan Bina Iman katolik merupakan salah satu kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan sekolah sebagai upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat iman para peserta didik khususnya yang beragama katolik. Melalui kegiatan bina iman peserta didik katolik diajak untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Bina Iman diisi dengan berbagai aktivitas rohani, seperti doa bersama, doa Rosario,  renungan Kitab Suci, pendalaman iman, pujian dan nyanyian rohani, serta refleksi diri. Para siswa juga diajak untuk membangun sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Dalam rangka memperkuat iman dan meningkatkan kehidupan rohani, sekolah melaksanakan kegiatan ziarah rohani ke Taman Doa Sareng Para Rasur Bogor didampingi para frater dan bruder serikat Salesian Don Bosco.  Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan iman yang mengajak peserta didik untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa, refleksi, dan permenungan. Selama kegiatan ziarah, peserta didik diajak untuk mengikuti doa bersama, berdoa di setiap tempat perhentian, merenungkan perjalanan iman, serta mensyukuri penyertaan Tuhan dalam kehidupan mereka. Suasana Taman Doa yang tenang dan penuh kekhusyukan menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk sejenak meninggalkan rutinitas sekolah dan membangun relasi yang lebih dekat dengan Tuhan. Selain sebagai kegiatan kerohanian, ziarah ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kebersamaan, persaudaraan, sikap saling menghargai, serta kepedulian terhadap sesama.

Melalui kegiatan Bina Iman ini, diharapkan peserta didik semakin bertumbuh dan matang dalam iman dan karakter. Semakin memiliki hati yang penuh kasih, dan mampu mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Semoga melalui ziarah rohani ini, setiap langkah perjalanan iman peserta didik semakin dikuatkan untuk menjadi pribadi yang beriman, rendah hati, penuh kasih, dan senantiasa menjadi berkat bagi sesama.

  1. Demokrasi Sekolah melalui OSIS

Dalam rangka mempersiapkan regenerasi kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), sekolah melaksanakan kegiatan pra-pembentukan pengurus OSIS. Kegiatan ini diawali dengan proses pendaftaran dan pemilihan bagi seluruh peserta didik yang berminat untuk terlibat aktif dalam kepengurusan OSIS. Seluruh siswa diberikan kesempatan yang sama untuk mendaftarkan diri dan mengambil bagian dalam organisasi sekolah. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi diri, melatih rasa tanggung jawab, membangun jiwa kepemimpinan, serta meningkatkan kemampuan bekerja sama. Sekolah berharap semakin banyak peserta didik yang berani mengambil peran, berani menyampaikan gagasan, dan memiliki semangat untuk melayani serta membawa perubahan positif bagi lingkungan sekolah.  Pra-pembentukan pengurus OSIS ini menjadi langkah awal dalam proses regenerasi kepemimpinan peserta didik menuju terbentuknya pengurus OSIS yang baru, aktif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Dalam rangka menanamkan nilai-nilai demokrasi dan kepemimpinan kepada peserta didik, sekolah melaksanakan kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS melalui proses pemilihan yang berlangsung dalam dua putaran.  Setelah kegiatan seleksi kepengurusan OSIS, akhirnya ada 4 pasangan calon ketua dan wakil OSIS terpilih. Pasangan terpilih disiapkan untuk membuat visi misi dan program kerja demi kemajuan kegiatan sekolah. Paslon 1 Farida Marsharena Atua dengan Algren Debelza Mariaci Pasaribu, Paslon 2 Michael Leonardo Panjaitan dengan Albertus Bagas Wiratama, Paslon 3 Rachele Yuri Susyanto dengan Anastasya Yosephine, dan Paslon 4 Zebedione Lorenzo Hadunt  dengan Gika Anastasia Olivia sebagai calon kandidat ketua dan wakil OSIS periode 2026/2027. Proses demokrasi putaran pertama memberikan kesempatan pada setiap pasangan calon untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi dan misi, serta program kerja dihadapan seluruh warga FX III. Setelah menyampaikan visi misi dan program kerja setiap paslon harus siap menjawab dan mempertahankan serta mempengaruhi warga FX 3 untuk selalu mendukung program kerja mereka. Setelah pemaparan program kerja seluruh pasangan calon mengikuti pemungutan suara dengan penuh semangat dan antusiasme. Jumlah  suara ada 112 siswa dan 14 guru karyawan. Hasil perolehan untuk paslon 1 sebanyak 12 suara, paslon 2 sebanyak  76   suara, paslon 3 sebanyak   20   suara, dan paslon 4 mendapat 19 suara. Berdasarkan hasil perolehan suara, dua pasangan calon dengan suara terbanyak berhak melaju ke putaran kedua yakni Paslon 2 Michael Leonardo Panjaitan dengan Albertus Bagas Wiratama, dan Paslon 3 Rachele Yuri Susyanto dengan Anastasya Yosephine.

Menuju putaran ke dua semakin panas dan seru. Pendukung dari setiap paslon sangat antusias menyiapkan diri agar bisa meraih kemenangan. Dukungan dalam bentuk literasi persuasif dan juga yel – yel sebagai pembangkit semangat dalam tim begitu terasa. Pada putaran kedua, pemilihan kembali dilaksanakan secara langsung dengan melibatkan seluruh peserta didik sebagai pemilih. Dalam suasana penuh antusiasme, setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk menentukan pilihannya sesuai dengan hati nurani masing-masing. Dalam putaran ke dua setiap paslon semakin memantapkan diri dalam menyampaikan visi misi dan program kerja mereka. Sesi pertanyaan baik dari siswa maupun guru sangat membantu peserta dalam memantapkan pilihan mereka. Berdasarkan hasil perolehan suara pada putaran ke 2 ini paslon 1 pasangan Michael Leonardo Panjaitan dengan Albertus Bagas Wiratama mendapat dukungan 78 suara, sedangkan paslon 2 Rachele dengan Anastasya Yosephine, mendapat dukungan 37 suara. Hasil pemungutan suara putaran kedua menjadi penentu terpilihnya Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang baru. Dan akhirnya kepengurusan ketua dan wakil OSIS terpilih dimenangkan oleh Michael Leonardo Panjaitan dengan Albertus Bagas Hasil akhir pemilihan ketua dan wakil OSIS dimenangkan pasangan Michael Leonardo Panjaitan dengan Albertus Bagas Wiratama.

Kegiatan demokrasi ini bukan hanya sekadar memilih seorang pemimpin, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik tentang arti demokrasi dalam kehidupan kita. Melalui proses tersebut, peserta didik belajar menghargai perbedaan pilihan, menerima hasil keputusan bersama, bersikap jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi sportivitas. Diharapkan melalui kegiatan pemilihan OSIS ini, lahir pemimpin muda yang memiliki semangat pelayanan, tanggung jawab, kreativitas, serta mampu menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah.Demokrasi mengajarkan kita bahwa setiap suara memiliki arti, setiap pilihan harus dihargai, dan setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk melayani. Selamat untuk ketua dan wakil OSIS terpilih, selamat mengemban tugas  di sekolah Safax .

 

  1. Peringatan Hari Pangan Sedunia/ HPS : Menumbuhkan Kepedulian dan Rasa Syukur atas Pangan

Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), sekolah menyelenggarakan  kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran seluruh warga FX 3 akan pentingnya pangan dalam kehidupan serta membangun sikap peduli terhadap sesama.Kegiatan peringatan HPS menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk merefleksikan pentingnya menjaga ketersediaan pangan, menghargai setiap hasil bumi, serta menghindari perilaku membuang-buang makanan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk memahami bahwa pangan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan dijaga bersama. Selain itu, peringatan HPS juga mengajak peserta didik untuk membangun kebiasaan hidup sederhana, berbagi dengan sesama, mencintai lingkungan, dan menghargai kerja keras para petani yang telah menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat.

Melalui peringatan Hari Pangan Sedunia ini, diharapkan tumbuh kesadaran dalam diri setiap peserta didik untuk menjadi pribadi yang bersyukur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap persoalan pangan di lingkungan sekitar. Mari menghargai setiap butir makanan, mengurangi pemborosan, dan berbagi dengan sesame, karena pangan adalah anugerah kehidupan yang harus disyukuri dan dijaga bersama.

  1. Rekoleksi Kelas IX : Menguatkan Hati, Meneguhkan Iman, dan Mempersiapkan Diri Menghadapi Ujian Sekolah.”

Dalam rangka mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi Ujian Sekolah, Strada melaksanakan kegiatan rekoleksi dalam rangka pembinaan mental dan spiritual bagi peserta didik  kelas IX. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta didik kelas 9 untuk sejenak berhenti dari rutinitas pembelajaran, menenangkan diri, serta merefleksikan perjalanan belajar yang telah mereka lalui. Melalui kegiatan rekoleksi, para siswa diajak untuk mengenali kemampuan dan potensi diri, menemukan dan menyadari cinta Tuhan lewat keluarga terutama cinta orang tua, tumbuh kepedulian akan diri, sesama dan sekitarnya, serta menyadari akan cinta Tuhan yang mengubah diri menjadi pribadi yang kuat, pantang menyerah dan semakin baik.

Rekoleksi ini bertujuan membantu peserta didik mempersiapkan diri bukan hanya dari segi akademis, tetapi juga dari segi mental, emosional, dan spiritual. Melalui berbagai sesi renungan, refleksi diri, permainan, motivasi serta doa, peserta didik diajak untuk mengenali potensi diri, membangun rasa percaya diri, mengelola rasa takut dan kecemasan, serta menumbuhkan sikap optimis dalam menghadapi ujian.

Dalam suasana yang penuh keakraban dan kebersamaan, peserta didik juga diajak menyadari bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjawab soal, tetapi juga oleh ketekunan, kedisiplinan, kejujuran, doa, dan usaha yang sungguh-sungguh. Mereka diingatkan untuk tidak mudah menyerah, tetap semangat belajar, serta percaya pada kemampuan yang telah dikembangkan selama menempuh pendidikan.Melalui kegiatan rekoleksi ini, diharapkan seluruh peserta didik kelas IX semakin siap menghadapi Ujian Sekolah dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan semangat yang kuat. Rekoleksi menjadi momen untuk menyerahkan segala usaha dan harapan kepada Tuhan, sekaligus membangun keyakinan bahwa setiap perjuangan akan membawa hasil yang terbaik. Selamat mempersiapkan diri, anak-anak kelas IX! Hadapilah ujian dengan penuh percaya diri, kejujuran, doa, dan semangat pantang menyerah. Ingatlah bahwa ujian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan salah satu langkah untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Bersama Tuhan, dengan usaha dan doa, kita mampu menghadapi setiap tantangan! Bravo safax 3 …

  1. Study Lapangan “Mengenal Laut, Menghargai Perjuangan, Menumbuhkan Semangat Nasionalisme.”

Dalam rangka memperluas wawasan dan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik kelas VII dan VIII melaksanakan kegiatan study lapangan ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Pondok Dayung Navy Base, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman, khususnya tugas dan tanggung jawab TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan serta kedaulatan wilayah perairan Indonesia.

Selama kunjungan berlangsung, para siswa memperoleh pengetahuan mengenai peran dan fungsi TNI Angkatan Laut, kehidupan prajurit TNI AL, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan laut. Peserta didik juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan pangkalan, fasilitas pendukung, serta berbagai sarana yang digunakan dalam menunjang tugas TNI Angkatan Laut. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, kerja sama, dan semangat pantang menyerah. Mereka diajak untuk memahami betapa pentingnya peran para prajurit dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya wilayah laut Indonesia yang begitu luas.

Antusiasme peserta didik terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Pengalaman belajar secara langsung ini menjadi kesempatan berharga untuk mengembangkan rasa ingin tahu, menambah wawasan, serta menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata. Melalui study lapangan ini, sekolah berharap peserta didik kelas VII dan VIII semakin memiliki wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air, serta karakter yang disiplin dan bertanggung jawab. Pengalaman ini juga diharapkan dapat menginspirasi setiap peserta didik untuk memiliki cita-cita dan semangat dalam meraih masa depan. Belajar tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui pengalaman nyata, peserta didik diajak mengenal dunia lebih luas, menghargai perjuangan para penjaga bangsa, dan menumbuhkan semangat menjadi generasi muda yang tangguh, berkarakter, serta cinta tanah air.

Demikian rangkaian kegiatan sekolah selama bulan Oktober yang telah berjalan dengan penuh semangat, kebersamaan, dan sukacita. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan, mulai dari kegiatan pembelajaran, pemilihan pengurus OSIS sebagai wujud pendidikan demokrasi, peringatan Hari Pangan Sedunia, hingga kegiatan Bina Iman melalui ziarah rohani ke Taman Doa, menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta didik. Setiap kegiatan bukan sekadar agenda sekolah, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter, menumbuhkan rasa tanggung jawab, memperkuat iman, serta mengembangkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Semoga seluruh pengalaman dan pembelajaran selama bulan Oktober semakin memotivasi kita untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberikan yang terbaik. Mari terus melangkah bersama dalam semangat kebersamaan, iman, dan pelayanan untuk mewujudkan pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan menjadi berkat bagi sesama.  (aws)

Sebarkan artikel ini