Sebagai generasi milenial, tidak ada salahnya jika kita mengenal dan bahkan mencintai makanan lokal. Keberagaman makanan yang ada di muka bumi ini menjadikan masyarakat semakin pandai dalam mengolah dan memanfaatkan bahan makanan hasil bumi kita. Keberagaman suku dan kekayaan rempah rempah menjadikan bahan makanan kita pun semakin menunjukkan kekayaan bangsa ini. Makanan adalah kehidupan, budaya, dan kegembiraan. Memberi nilai pada apa yang kita makan artinya menghormati diri sendiri, orang lain dan bumi ini.

Sebagai`bagian dalam keanekaragaman budaya sekolah kami turut serta memperingati Hari Pangan Sedunia pada hari Selasa, 17 Oktober 2022. Kegiatan yang diawali dengan ibadat singkat sebagai ucapan syukur untuk semua berkat kehidupan dan suka cita dilanjutkan dengan kegiatan kebersamaan. Keberagaman yang sangat unik dan menarik untuk dinikmati. Setiap siswa mencoba mengenal budaya daerah asal mereka dengan ditunjukkan melalui pakaian tradisional mereka. Mayoritas warga Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur serta sebagian dari Jawa, Manado, dan China. Semua warga sekolah berbaur dalam suka cita, gerak dan tarian, serta nyanyian bergema sepanjang siang hari.

Setelah ibadat selesai dilanjutkan dengan panggung hiburan Bersama. Setiap kelas menampilkan unjuk kepercayaan diri dalam berlenggak lenggok diatas catwalk dengan balutan pakaian tradisional mereka. Setelah peragaan usai dilanjutkan dengan flash Mob dengan menampilkan gerakan dan tarian dari beberapa daerah di Indonesia dari NTT, Sumatera sampai Jawa. Kemeriahan semakin terlihat saat mereka menunjukkan kebolehannya dalam menari, semua larut dalam kebersamaan.

Tidak hanya sampai di sini penampilan dalam kemeriahan Hari pangan, namun dari setiap kelas juga akan turut serta unjuk kebolehan. Kelas 7A menampilkan tarian dari Sumatera, kelas 7B dari NTT. Penampilan dari kelas 8A merangkum kekayaan daerah diawali dolanan anak – anak zaman dulu Ampar – Ampar Pisang, tarian dari Jawa Barat dengan lagu Manuk Dadali kemudian ditutup dengan tarian Sinanggar Tulo. Sedangkan penampilan kelas 8B dibuka dengan lagu Mardua Holong dari Sumatera Utara dan ditutup dengan tarian Jawa Tengah dengan lagu Perahu Layar. Kelas 9 menampilkan tarian dari Nusa Tenggara Timur Tobello. 

Kami sangat menikmati penampilan dari setiap kelas sambil menikmati makanan tradisional hasil olahan para siswa. Semua tampil dengan penuh suka cita dan saling bahu membahu sehingga di setiap siswa semua turut berpartisipasi tidak hanya dalam penampilan unjuk keberanian namun juga turut menyiapkan dan mengolah bahan makanan tradisional sebagai kekayaan bangsa kita.

Demikian seluruh rangkaian kegiatan memperingati Hari Pangan Sedunia, semoga kegiatan ini menjadikan seluruh siswa SMP Strada St. Fransiskus Xaverius III semakin mengenal dan mencintai budaya Indonesia yang kaya akan keunikan di dalamnya. Mari kita semakin menghargai pangan di negeri ini karena pangan adalah bagian dari pentingnya kehidupan selanjutnya.

Sebarkan artikel ini